Permasalahannya adalah obsesi dari hati yang agak terobsesi secara berlebaian..
Maksud hati ingin menyenangkan hati Tuhan, tapi apa daya kok jadi agak maksa ?!
Mengetahui maksud Tuhan dalam kehidupan saya. Itu yang saya harap harapkan.
Ketika Tuhan sudah kasih sebuah clue tentang hubungan pribadi saya dengan Tuhan, saya diingatkan untuk tidak banyak meminta melainkan harus mengerti benar benar bahwa yang Tuhan mau sebenarnya adalah HATI.
HATI yang saya punya sebelum TUHAN mengingatkan saya, adalah HATI yang pura pura tulus untuk datang pada Tuhan. HATI yang datang disaat emergency. HATI yang datang sekedar rutinitas.
Namun Puji Tuhan saya dicelikkan mata hatinya, bahwa yang Tuhan mau adalah HATI. Bukan menjadikan mezbah doa sebagai beban namun sebagai kebutuhan rohani kita yang butuh makanan rohani juga.
Kadangkala rasanya malas sekali untuk datang pada Tuhan, padahal seharusnya kita datang kan. Atau mungkin ada rasa jenuh dalam menyembah. Cobalah berdiam diri untuk mengerti maksud TUHAN. Untuk mendapat suatu refleksi baru dari Tuhan. Untuk mendapat suatu wahyu dan pencerahan baru dari Tuhan supaya kita kembali bergairah untuk menyembah Tuhan.
Yang saya tahu, kita ga mungkin bisa maju tanpa penyertaan Tuhan setiap hari. Nah penyertaan Tuhan akan lebih mantap kita rasakan kalau kita punya waktu untuk Tuhan setiap harinya. Sesungguhnya Tuhan merindukan kita sekalian yang jarang berkunjung ke rumahNya yang sebenarnya dekat sekali dengan kita. Yaitu di hati kita.
Berdiam di rumah Tuhan dan menikmati baitNya itu sungguh indah dan nikmat. Rasanya tidak mau beranjak dari hadiratNya.
Mungkin saya pribadi belum menemukan cara menyembah yang benar untuk memberikan yang terbaik buat Tuhan. Tapi saya tahu bahwa kuncinya adalah HATI PALING TULUS yang kita PUNYA.
Tuhan menebus kita dengan hatiNya yang tulus, nah apa susahnya bagi kita untuk juga memberikan HATI TULUS kita ? Gak susah kalau kita tidak membuatnya menjadi susah.
"Lebih baik satu hari di pelataranMu daripada seribu hari di tempat lain..."
Tuhan berkati kita semua..
0 komentar:
Poskan Komentar